Tags

Apa yang anda lihat pada gambar di samping adalah sebuah foto yang menunjukkan seorang siswa SMP sedang menyalakan rokoknya. Dari foto ini kita bisa menyimpulkan sendiri bagaimana keadaan anak muda bangsa Indonesia.
Mungkin kita sudah sering mendengar hal-hal seperti ini, tetapi yang kita lakukan hanya mendengar. Padahal sekarang rokok sudah merambah hingga anak-anak kecil jalanan yang berusia sekitar 5-10 tahun (menurut hemat saya). Mereka dengan asyiknya menyalakan rokok dan merokok di pinggiran jalan. Kadang kerap kali saya melihat para pelajar dengan asyiknya merokok di beberapa tempat tertentu bahkan di pinggiran jalan. Saya yakin mereka sudah mengetahui akibat-akibat dari merokok tetapi karena satu dan lain hal akhirnya mereka merokok dan menjadi kecanduan.
Apa penyebab mereka merokok? Saya sebagai seorang muda dan pelajar mengidentifikasi peyebab mereka merokok dan hasilnya adalah menurut saya, mereka merokok karena ikut-ikutan, takut diolok temannya, stress dan depresi karena pelajaran, masalah dalam keluarga, masalah dalam hubungan (anak SD sudah banyak yang berpacaran), dan rasa ingin tahu. Yang paling penting untuk ditindaklanjuti adalah penyebab yang berhubungan dengan pelajaran dan keluarga karena hal ini harusnya tidak menjadi penyebab seseorang merokok. Apakah pelajaran sebegitu sulitnya hingga membuat kita menjadi stress dan merokok? Atau sebegitu parahkah kondisi keluarga sehingga harus merokok? Lantas siapa yang salah?
Walaupun begitu, merokok karena salah pergaulanlah yang merupakan penyebab terbesar (menurut hemat saya). Kadang kala mereka melihat kawannya merokok dengan nikmat dan ada rasa ingin mencoba karena akawannya merokok dengan nikmatnya, ada juga yang diajak, dan ada juga yang diolok-olok (seperti, cemen banget lu kagak ngerokok) dan tidak tahan lalu merokok. Tapi, ada juga yang menarik. Seseorang merokok karena mengikuti ayah atau ibunya dan juga karena tontonan ditelevisi. Sekali lagi, siapakah yang salah?
Melihat kondisi seperti itu, saya menghimbau agar kita tidak saling menyalahkan satu sama lain. Lebih baik kita bertindak dan melakukan banyak hal untuk mencegah rokok itu sampai di tangan anak-anak remaja bahkan anak-anak kecil atau mungkin kita lebih memilih untuk hanya mendengar atau melihat saja. Harapan saya mengenai rokok ini adalah hari ini tidak ada lagi orang yang mulai merokok (jumlah perokok berhenti meningkat).