For many teenagers in Indonesia including me, campus life is a new phase of our life. Leaving our school’s life behind, and go forward into something new and different from our last era as student of a senior high school. The same thing also happened to me. I am moving forward into this new life, campus life.
Mengambil program studi ‘Teknik Industri’ di Unika Atma Jaya, saya pun menjalani rutinitas sebagai mahasiswa di ibukota. Melewati setiap kehidupan yang dinamis dan selalu berbeda setiap harinya. Mungkin kerap kali masih terbesit di benak saya, cita-cita saya untuk menjadi seorang Sarjana Teknik Lingkungan, tetapi itu tidak menjadi halangan utama bagi saya untuk tetap menjalani kehidupan baru sebagai mahasiswa.
“Ya, mahasiswa”, pikir saya.
Saat ini, saya mendapat gelar mahasiswa. Bahkan ada rasa tanggung jawab ketika menyebutnya. Inilah masa-masa baru dalam hidup saya. Ketika kita semua menjajaki usia-usia muda yang produktif. Pola pikir kita yang ditempa oleh kehidupan dan realita. Ada lebih banyak harapan dan cita-cita apalagi keinginan ketika kita memasuki masa-masa kebebasan setiap muda-mudi Indonesia.
Walau demikian, kehidupan yang baru ini tentu saja tidak bisa kita nikmati sekaligus. Proses adaptasi akan hari-hari baru yang akan menjadi usang di kemudian hari ini terus berlanjut bahkan sejak awal kita melangkahkan kaki di jenjang perguruan tinggi ini. Awalnya mungkin segala macam euphoria bertebaran dimana-mana, tetapi untuk hari-hari esok mungkin akan ada kejenuhan yang membentang.
Untunglah di kehidupan yang baru ini, kita juga menemukan manusia-manusia baru yang disebut dengan ‘teman’. Tanpa teman, kita tiada. Kita pasti akan habis dilindas oleh jaman yang selalu bergerak maju. Sekalipun banyak teman baru bermunculan dalam hidup kita, cukup sedih juga bila mengingat kawan-kawan lama ketika kita dahulu bersekolah sudah pergi meraih cita-citanya masing-masing. Entah apa kabar dari mereka semua.
Bagi sebagian pemuda, masa yang baru ini adalah masa-masa menjadi anak kosan. Ya, pergi meninggalkan rumah ke luar kota dan menyewa kamar untuk beristirahat dan belajar setiap harinya. Mungkin itu belum saya rasakan, kehidupan di ibukota bisa dibilang jauh lebih mewah dibanding kehidupan di kota terdahulu. Entahlah, kosan itu adalah tantangan baru. Suatu hal yang rasanya dapat mengajarkan kita menjadi seorang manusia yang mandiri agar kelak berguna di masa yang mendatang.
Tujuan yang baru. Mungkin ada beberapa pemuada yang sudah menentukan tujuan hidupnya semasa sekolah dahulu, demikian pula dengan saya. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu dan dipengaruhi oleh pergaulan dan dinamika kehidupan, tujuan itu bisa berubah tanpa kita sadari. Tujuan yang baru ketika kita terjun ke dunia sesungguhnya. Bintang yang sudah kita pilih sebagai tujuan akhir kita melabuhkan harapan dan cita-cita. Ya, kehidupan selanjutnya, masa-masa yang lebih baru untuk ke depan.
There were so much to tell from this new life. There were so many new things in this new phase. Campus life.